Oleh: Erawan La'ata
ewanchannel.blogspot.com;- Dalam perjalanan hidup, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk bertemu, apalagi menjalin kedekatan dengan sosok akademisi yang memiliki dedikasi besar terhadap dunia ilmu pengetahuan. Salah satu anugerah yang sangat saya syukuri adalah dapat mengenal dan dekat dengan Ismail Suardi Wekke, Ph.D.
Beliau bukan hanya seorang akademisi yang produktif, tetapi juga sosok yang rendah hati, terbuka, dan selalu mendorong generasi muda untuk terus belajar, meneliti, serta menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat. Dari setiap diskusi dan interaksi bersama beliau, saya menyadari bahwa ilmu pengetahuan bukan sekadar untuk mengejar gelar, melainkan menjadi jalan untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan kemanusiaan.
Kedekatan ini menjadi kesempatan berharga bagi saya untuk melihat secara langsung bagaimana seorang akademisi membangun tradisi berpikir kritis, memperluas jejaring kolaborasi, dan tetap konsisten menebarkan semangat literasi. Beliau menunjukkan bahwa kesuksesan di dunia akademik lahir dari kerja keras, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus belajar tanpa mengenal batas.
Saya berharap semangat akademik, etos kerja, dan kecintaan beliau terhadap dunia riset dapat "menular" kepada saya. Semoga saya juga mampu mengikuti jejak beliau dalam menghasilkan karya-karya ilmiah, membangun kolaborasi yang luas, serta memberikan manfaat bagi lingkungan akademik dan masyarakat. Walaupun memang itu bukan pekerjaan yang mudah untuk bisa seperti beliau.
Saya percaya bahwa setiap pertemuan membawa hikmah. Bertemu dengan Prof. Ismail Suardi Wekke, Ph.D. menjadi salah satu nikmat yang patut saya syukuri. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keberkahan, dan umur panjang kepada beliau agar terus menginspirasi banyak orang melalui ilmu dan pengabdiannya.
Tidak semua pertemuan berakhir menjadi kenangan, ada Juga yang menjelma menjadi arah. Semoga jejak ilmu yang beliau tinggalkan menjadi cahaya dalam setiap langkah saya, dan semangat akademiknya tumbuh menjadi bagian dari perjalanan hidup yang terus memberi manfaat.
Saya percaya bahwa warisan terbesar seorang akademisi bukanlah gelar, melainkan inspirasi yang terus hidup di hati para pembelajarnya.
Semoga saya diberikan kesempatan untuk terus belajar, berkembang, dan suatu hari nanti mampu meneruskan semangat keilmuan yang beliau teladankan. Aamiin.
Wasallam..!!!







0 komentar:
Posting Komentar